Teknologi Indonesia untuk mengatasi Kanker

0
121

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Kanker sangat beragam jenisnya, antara lain : Kanker paru-paru, perut, hati, usus besar dan payudara. Jenis kanker pada setiap kelamin berbeda. Dikutip dari situs penyakitkanker.org, sekitar 30% dari kematian kanker disebabkan beberapa ciri sebagai berikut : kelebihan berat badan, asupan buah dan sayuran yang rendah, kurangnya kegiatan fisik/olahraga, merokok dan juga konsumsi minuman beralkohol.

Kanker adalah “tumor ganas” yang tumbuh akibat pembelahan sel yang tidak normal dan tidak terkontrol, proyeksi World Health Organization (WHO) pada tahun 2030 jumlah penderita kanker di Indonesia sangat tinggi dan pengobatannya hingga sampai saat ini belum terpenuhi secara kualitas dan kuantitas, namun penyakit ini telah menjadi monster menakutkan, menggeser posisi penyakit jantung, dan menduduki tingkat bahaya tertinggi di Indonesia.

Empat Keunggulan terapi BNCT

Banyak penelitian yang dilakukan untuk mencegah dan menghindari penyakit ini. Salah satu metode terapi berbasis target yang bisa menjangkau sampai ke sel akar kanker lokal adalah BNCT (Boron Neutron Capture Cancer Therapy).

Ada empat keunggulan terapi BNCT yaitu: (1) Boron untuk batas tertentu bukan merupakan unsur yang toxic , (2) Boron hanya terdeposit di lokasi sel kanker yang teraktivasi oleh neutron, (3) Partikel alfa yang dipancarkan oleh Boron yang teraktivasi mempunyai jangkauan hanya dalam orde beberapa micro meter sehingga perusakan jaringan kanker bersifat lokal sehingga jaringan sehat tetap aman dan (4) Boron yang teraktivasi mempunyai umur paro beberapa nano detik sehingga dalam sekejab aktivitasnya nol.

Secara teknis, keberhasilan aplikasi terapi BNCT ditentukan oleh ketersediaan senyawa Boron dan sumber neutron. Dari hasil penelitian yang dikembangkan oleh para pakar dari Konsorsium di bidang ini, telah terpilih senyawa berbasis analog kurkumin sebagai carier untuk membawa Boron ke sel kanker. Senyawa tersebut berupa mitokimia yang telah diketahui berpotensi sebagai senyawa antikanker terutama kanker payudara yang dapat mengenali target secara spesifik. Sedang sebagai sumber energi untuk mematikan penyakit kanker adalah neutron dari Accellerator Driven Compact Neutron Generator (CNG) yang sudah proven dan lebih fleksibel digunakan di rumah sakit. Di tahap penelitian, sementara digunakan fasilitas reaktor Nuklir (Reaktor Kartini) di Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan secara paralel dikembangkan komponen kandungan lokal sebagai penyusun CNG. Dari hasil penelitian tersebut telah ditemukan produk peralatan yang sangat memuaskan.

Secara teknis, keberhasilan aplikasi terapi BNCT ditentukan oleh ketersediaan senyawa Boron dan sumber neutron. Dari hasil penelitian yang dikembangkan oleh para pakar dari Konsorsium di bidang ini, telah terpilih senyawa berbasis analog kurkumin sebagai carier untuk membawa Boron ke sel kanker. Senyawa tersebut berupa mitokimia yang telah diketahui berpotensi sebagai senyawa antikanker terutama kanker payudara yang dapat mengenali target secara spesifik. Sedang sebagai sumber energi untuk mematikan penyakit kanker adalah neutron dari Accellerator Driven Compact Neutron Generator (CNG) yang sudah proven dan lebih fleksibel digunakan di rumah sakit. Di tahap penelitian, sementara digunakan fasilitas reaktor Nuklir (Reaktor Kartini) di Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan secara paralel dikembangkan komponen kandungan lokal sebagai penyusun CNG. Dari hasil penelitian tersebut telah ditemukan produk peralatan yang sangat memuaskan.

Semoga Teknologi Indonesia bisa membawa manfaat untuk seluruh rakyat Indonesia.

Sumber :

http://penyakitkanker.org

http://www.dikti.go.id/