YouTube

YouTube mengambil langkah untuk membantu memastikan konten yang dimuat tidak bertentangan dengan iklan yang tayang. Dengan kebijakan terbarunya ini, YouTube tidak akan mengizinkan iklan untuk ditayangkan di channel yang memiliki view total kurang dari 10.000. Survei & pengukuran telah dilakukan oleh YouTube sejak November. Mereka mengatakan keputusan ini dimaksudkan untuk memblokir channel yang melakukan posting ulang konten dari sumber lain untuk mendapatkan keuntungan dari iklan yang tayang.

YouTube menghadapi reaksi yang signifikan untuk menampilkan iklan dari mitra terhadap video yang berisi konten rasis dan tidak pantas. Beberapa laporan menyebutkan perusahaan pengiklan termasuk pemegang merek besar seperti Coca-Cola, PepsiCo, dan Walmart menarik iklan mereka di YouTube karena permasalahan ini. Mereka menerima laporan kalau iklan milik mereka ditampilkan pada konten yang mereka anggap buruk. Menanggapi hal ini Google pun telah meminta maaf atas kesalahan mereka dan telah menyesuaikan konten dengan kebijakan yang berlaku.

Angka 10.000 dianggap idela untuk memungkinkan seleksi alam. Yaitu video yang memiliki konten tidak jelas dan ofensif dan tidak pernah menemukan banyak penonton tidak akan memperoleh kesempatan untuk menayangkan iklan. Kemungkinan konten tidak berkualitas juga akan berkurang dengan signifikan karena beberapa kasus potensial membutuhkan ulasan manusia.

Kemudahan dalam memperoleh iji menayangkan iklan

Sebelumnya, YouTube telah membuat partisipasi dalam program periklanan yang relatif mudah. Pemilik akun dapat mengajukan untuk menjalankan iklan di video mereka dan dengan sangat mudah dalam mendapatkan persetujuan. Sebenarnya YouTube telah memiliki sistem yang secara otomatis dalam menayangkan iklan. Mereka memiliki metode algoritmik, yang berusaha mencegah hal semacam diatas (penayangan iklan tidak sesuai dengan konten yang ditampilkan).

Tentu bukan hal yang mudah dalam menertibkan konten-konten tidak berkualitas dalam layanan mereka. Dalam beberapa kasus, masih memerlukan campur tangan manusia untuk menentukan sebuah konten pantas atau tidak untuk ditayangkan.

Dirangkum dari berbagai sumber…